Senin, 28 Maret 2011

pasar modal


HUKUM PASAR MODAL
Analisis mengenai turun nainya bursa efek dan mata uang indonesia
Disusun oleh:
MULIADI
INTAN BUDIAN P.
DELFANI FEBRYANA
M.ERONZI
RAHMAD SAJALI
SEMESTER VII
Kelompok I
UMSU
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
Mengapa grafik bursa efek dan mata uang indonesia selalu turun naik
Dampak dari bursa efek dan mata uang indonesia yang selalu turun naik adalah:
Faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham
pergerakan saham dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut:
1)      Kondisi fundamental emiten
2)      Hukum permintaan dan penawaran
3)      Dana asing di Bursa
4)      Tingkat suku bunga
5)      Valuta asing
6)      Indeks harga saham
7)      News dan Rumors

A.dari aspek sosial ekonomi
hukum permintaan dan penawaran digunakan investor untuk mengetahui kondisi fundamental perusahaan dalam melakukan transaksi jual beli. Transaksi inilah yang akan mempengaruhi fluktuasi harga saham. Perlu diwaspadai juga bahwa kenaikan harga saham karena permintaan yang banyak atau penawaran yang sedikit tidak akan berlangsung terus sebab pada suatu titik harga akan terlalu mahal.

Pentingnya pengendalian inflasi didasarkan pada pertimbangan bahwa inflasi yang tinggi dan tidak stabil memberikan dampak negatif kepada kondisi sosial ekonomi masyarakat.
1.      Pertama, inflasi yang tinggi akan menyebabkan pendapatan riil masyarakat akan terus turun sehingga standar hidup dari masyarakat turun dan akhirnya menjadikan semua orang, terutama orang miskin, bertambah miskin.
2.      Kedua, inflasi yang tidak stabil akan menciptakan ketidakpastian (uncertainty) bagi pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan.
Pengalaman empiris menunjukkan bahwa inflasi yang tidak stabil akan menyulitkan keputusan masyarakat dalam melakukan konsumsi, investasi dan produksi, yang pada akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi. Ketiga, tingkat inflasi domestik yang lebih tinggi dibanding dengan tingkat inflasi di negara tetangga menjadikan tingkat bunga domestik riil menjadi tidak kompetitif sehingga dapat memberikan tekanan pada nilai rupiah
            Dampak turun naiknya bursa efek dan mata uang indonesia bagi  masyarakat atau perekonomian adalah bertambah atau atau meningkatnya tingkat pengangguran. Pengangguran biasanya terjadi karena jumlah angkatan kerja melebihi tingkat kesempatan kerja yang tersedia. Di negara-negara yang sedang berkembang tingkat pertumbuhan angkatan kerja cukup tinggi, sehingga tidak seimbang dengan lapangan kerja yang tersedia. Bila hal itu tejadi maka angka pengangguran tinggi.
Berdasarkan tingkat pengangguran, dapat diketahui apakah perekonomian berada pada tingkat kerja penuh (full employment) atau tidak. Secara teoritis perekonomian dianggap mencapai tingkat kesempatan kerja penuh jika tenaga kerja yang tersedia seluruhnya digunakan. Di dalam praktik, tingkat kesempatan kerja penuh mengandung arti yang berbeda. Guna menentukan apakah perekonomian telah mencapai full employment atau belum yang menjadi ukuran bukanlah penggunaan tenaga kerja 100%, tetapi penggunaan tenaga kerja yang sedikit lebih rendah dari itu di Indonesia, upaya menekan  pengangguran dilakukan dengan menekan laju pertumbuhan penduduk, hal ini dikarenakan pembangunan ekonomi tak akan berarti jika dibarengi dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi. Pengangguran juga memiliki dampak yang buruk seperti tingginya tingkat kriminalitas, premanisme, kemiskinan, dll.
            Ketidak stabilan  bursa efek dan mata uang menyebabkan kurangnya daya saing dan daya beli masyarakat terhadap suatu barang sehingga makin memperburuk perekonomian yang ada dalam masyarakat yang bersangkutan.

B.dari segi politik
Berita yang beredar di masyarakat yang menyangkut berbagai hal baik itu masalah ekonomi, sosial, politik, keamanan, hingga berita seputar reshuffle kabinet. Dengan adanya berita tersebut, para investor bisa memprediksi seberapa kondusif keadaan negeri ini sehingga kegiatan investasi bisa dilaksanakan. Ini akan berdampak pada pergerakan harga saham di bursa.

Menurut Theo Francisco Toemion ada 4 faktor bisa jadi penentu naik turunnya kurs: fondasi ekonomi makro, carta/grafik berdasarkan rumus, faktor teknis-psikologis, dan ulah para spekulan. Soal fondasi ekonomi, menurut Theo, pasar telah mendapat bukti rentannya perekonomian kita. Carta atau grafik pun sudah dibuat saat kita menempuh rezim devisa terkontrol; misalnya dengan mematok depresiasi tahunan 3 - 4%. Sedangkan faktor psikologis sangat berhubungan dengan ulah spekulan, apa lagi dalam rezim devisa bebas. "Sekali pasar memperoleh bukti mata uang suatu negara bisa didikte, mereka mendikte terus." 

Pendiktean harga, yang terjadi setelah ada dorongan psikologis, berawal dari berita-berita politik yang berpotensi "dimainkan". Theo menunjuk contoh, seluruh dunia tahu Indonesia pra-11 Maret 1998 menghadapi suksesi. Maka berita tentang Presiden Soeharto dan situasi sosial politik menjadi bahan permainan spekulan. Keadaan sakit, yang dalam bahasa Inggris bisa dirumuskan dalam beberapa kata, mulai dari He's sick, He's ill, sampai He's seriously ill, mengakibatkan beraneka nilai kurs. Menurut catatan Theo, grafik penurunan itu berlangsung sejak bank sentral ketahuan tak punya nyali sehingga menyebabkan Rupiah turun. Dalam berbagai kesempatan Theo mengingatkan, membiarkan Rupiah mengambang bebas sama dengan bunuh diri tanpa dibarengi perbaikan di segala sektor yang akhirnya melahirkan berita buruk. Percuma ada janji segala macam reformasi, penghapusan monopoli dan oligopoli, tetapi tak ada wujudnya. 
Dapat dimengerti, naik-turunnya nilai Rupiah tak lagi ditentukan oleh hukum ekonomi, keseimbangan antara penawaran dan permintaan. "Tak ada teori yang bisa menjelaskan hal ini," kata Theo. "Saat masyarakat makin tahu persoalan, omongan para ekonom sering diabaikan.
sehingga dampaknya dari segi politik adalah hilangnya rasa kepercayaan nasabah atau investor untuk menanamkan modalnya,atau membeli saham yang dikarenakan kondisi politik dinegara indonesia selalu berubah-ubah yang mengakibatkan hilangnya kepercayaaan para investor.kemudian dampak lainnya adalah renggangnya hubungan politik antara masing-masing negara yang terkait dalam pasar modal tersebut.



C. Dari aspek hukum
Pasar modal sangat besar peranannya dalam perekonomian suatu negara.Pasar modal merupakan sumber pembiayaan alternatif bagi perusahaan dan alternatif investasi bagi investor.Hukum berperan besar untuk menciptakan pasar modal  yang teratur,wajar dan efisien.
Tujuan investor menginvestasikan dananya di pasar modal adalah selain untuk dapat turut memiliki suatu perusahaan juga untuk dapat menikmati deviden yang dibagikan. Selain itu juga terdapat kemungkinan untuk mendapat capital gain di kemudian hari apabila terjadi kenaikan harga saham perusahaan yang bersangkutan. Namun juga harus diperhatikan bahwa investasi dipasar modal juga mengandung risiko. Semakin besar hasil yang diharapkan, semakin besar pula risiko yang dihadapi. Investor cenderung lebih memilih untuk berinvestasi pada investasi yang akan memberikan tingkat keuntungan yang lebih besar dengan tingkat risiko yang sama, atau dengan tingkat keuntungan yang sama tetapi tingkat risiko yang ditanggung lebih kecil.
Pada kondisi terbukanya informasi,khususnya informasi tentang hukum yang ada dalam suatu negara,bagai mana jaminan hukumnya terhadap investor yang melakukan penanaman modal atau pembelian sahan dalam bursa efek,apakah hukum tersebut melindungi mereka,atau malah merugikan mereka sehingga kepercayaan investor terhadap hukum dalam negara tersebut tidak ada yang dapat mengakibatkan kerugian bagi negara tersebut,terutama kerugian dalam bidang ekonomi.
Ketidak pastian hukum yang ada dalam suatu negara,dapat merugikan para investor yang ada dalam pasar modal tersebut seperti adanya
1.      Penipuan dalam pasar modal
2.      Manipulasi pasar yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu
3.      Perdagangan orang dalam
4.      Tindakan-tindakan lain yang dapat merukikan investor
Proses penegakan hukum memiliki keterkaitan dengan bangunan hukum yang ada dalam industri pasar modal yaitu bangunan hukum yang harus mengacu kepada prinsip utama yaitu:
1.      The protection of infestors
2.      Ensuring that market are fair,efficien and trasnparant
3.      The reduction of systemic risk

Perlindungan hukum jika terjadi pelanggaran yang terdapat dalam pasar modal diatur dalam pasal 90 sampai pasal 110 uu tentang pasar modal.dimana dalam pasal tersebut telah dirincikan seluruhnya tugas dari BAPEPAM untuk melindungi dan memberikan jaminan kepastian hukum dalam pasar modal sehingga investor tidak ragu dalam menanamkan modalnya.sehingga menimbulkan dampak yang cukup bagus dalam suatu perekonomian negara.







sumber :kompas,15 oktober 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar